Difference Expansion apakah itu???

Jadi ceritanya saya lagi penelitian tentang keamanan informasi buat mata kuliah kemanan jaringan. Ya nasib orang jaringan nggak cuma jaringan yang diurusin apa apa juga diurusin wkwkwkwk. Jadi Difference Expansion yang selanjutnya disebut DE, adalah metode penyembunyian pesan pada sebuah media (gambar, video, ataupun teks) selama bisa diubah menjadi bit data. Penyembunyian kayak gini biasa disebut Steganography. Nah steganography ini pada awalnya suka banget pake LSB dari sebuah bit penyusun media, akan tetapi LSB ini gampang dilakukan peretasan atau steganalysis terhadap pesan yang disembunyikan alias gampang ketahuan.

Nah DE inipun muncul tahun 2003 diusulkan oleh Jun Tian, cari aja papernya udah banyak disitasi. Nah DE ini memanfaatkan selisih antar bit kalau di gambar selisih antar pixel. DE menggunakan perbedaan yang dikembangkan dari pasangan piksel untuk menyisipkan data. Perbedaan dari piksel-piksel yang bertetangga tersebut dihitung dan dilipatgandakan. Pesan rahasia akan disisipkan pada LSB dari perbedaan yang dikembangkan.  Hasil dari penyisipan kemudian digunakan untuk menghiting nilai baru dari piksel yang bertetangga

Nah pusing kan bacanya langsung kecontoh paling enak. Jika u1 dan u2 merupakan piksel yang bertetangga pada sebuah citra grayscale 8 bit maka merupakan rata-rata dari kedua piksel tersebut dan  merupakan selisih dari dua piksel tersebut dengan persamaan 1

m=(u1+ u2)/2,d=u1- u2 (1)

Penyisipan pada persamaan 2 dilakukan dengan mengembangkan selisih di antara kedua piksel dengan sebuah pesan .

d ̃=2xd+b (2)

Pada persamaan 3 selisih piksel yang baru kemudian digunakan untuk membentuk piksel yang baru berdasarkan rata-rata piksel asli.

u1 ̀=m+⌊(d ̃+1)/2⌋), ̀u2=m-⌊d ̃/2⌋ (3)

Piksel yang baru dibentuk ini tidak boleh melebihi 255 (overflow) dan tidak boleh kurang dari 0 (underflow), seperti pada persamaan 4.

d ̃ |≤2x(255-m),if 128≤m≤255

d ̃ |≤2xm+1,if 0≤m≤127) (4)

Nah puenak to, gampang emang kalau yang dasar, hehehe nih hasilnya bisa ngliat mana yang asli mana yang udah diembed data

lenamax lena512color

Jadi memang tidak kelihatan kalau dilihat secara kasat mata, apalagi tidak kasat mata heheheh, perbedaan baru kliatan kalau sudah dilihat perpixel dari gambarnya atau dihitung PSNR nya atau kemiripan antar gambar asli dan hasil embed. Gambar hasil embed adalah yang kanan dan kiri yang ori gak pake kw, Kalau dilihat lebih teliti nanti kelihatan adalah sharpening pada lineart gambar hasil embedding, ini memang masih jadi kekurangan pada metode DE.

sumber:

Jun Tian, “Reversible Data Embedding Using a Difference Expansion,” IEEE TRANSACTIONS ON CIRCUITS AND SYSTEMS FOR VIDEO TECHNOLOGY, VOL. 13, NO. 8, AUGUST 2003.

\

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s